Elang terus terbang melintasi nusantara,
Lumba-lumba tetap menjelajah samudra.
Semoga kacang tak lupa kulitnya,
Nahkoda sadar akan keberadaan awaknya.
Hidup penuh dengan sebuah pilihan dan tanda Tanya.
Secara
tidak langsung membuat kita harus berfikir lebih jauh ke belakang dan ke
depannya.
Ragu-ragu lebih baik mundur,
Dari pada teriris waktu dan kegilas
janji sendiri.
Kepastian yang dicari, tapi plin-plan yang didapatkan.
“Huuuuffttt…..
Jangan kelamaan berfikir sooob…..
Nasi dimasak terlalu lama bisa jadi bubur,
Air dimasak terlalu lama menjadi menguap,
Keringat keluar bercucuran dari
tubuh hampir kering tertiup angin.
Detik jarum jam terus berjalan,
Hari yang sore ini akan berganti ke malam lalu
ke pagi”.
Sudah lupa kah komandan soal dari 2 kejadian yang lampau….??
Pasukan berperang tak mengenal waktu,
Tugas telah usai dijalankan namun hadiah
tak kunjung datang.
Masih teringat jelas di benak ini dan tak mungkin
dilupakan,
Dan semoga engkau tak melupakannya komandan…!!
Pesawat jet di landasan terbang terlihat besar namun ketika terbang di langit terlihat kecil,
Paus terdampar di pantai terlihat besar namun ketika bermain di
tengah-tengah samudra juga terlihat kecil,
Di atas langit masih ada langit,
Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga,
Si gembel tak pernah
takut lapar karena si gembel sering tak makan,
Rakyat kecil selalu sabar,
Petualang duduk termenung.
Elang hampir sampai di titik 0 km,
Lumba-lumba hampir sampai
di pulau terluar batas perairan sebuah Negara.
Gue akan terus berjalan
mengikuti arah Utara kompas,
Dan mungkin akan kembali ke arah selatan di mana titik
koordinat waktu itu berada,
Tapi
belum tau kapan….
Ini sebuah pilihan mungkin juga sebuah tujuan yang pasti akan menjadi sebuah kenangan.
Dan semoga kalian di sana baik-baik saja kawan
seperjuangan.
“Terima Kasih Komandan atas semua yang pernah engkau berikan….”
12 Juni 2012,
Di sebuah
kedai kopi di Denpasar – Bali.
@jonkkers

