Selasa, 20 November 2012

The Adventure Story of My Life




This is a story about the adventures of my life in outdoor activities, hiking, rafting, motocross adventure, diving, etc... Maybe this is the way enjoying myself, holiday and play after a saturating activity in Jakarta.

In good times or sad even though I will continue to do so or it is a way to worship to the god. Joy and sorrow, happy or sad that I consider being a trial, because consciously or not we are on the circumference of his lines....

And believe me,
There is always a rainbow after the storm,
There is always laughter after weeping, and
There is always a way in every difficulty.



JONKKERS  
PLB.02.006.DDR

Minggu, 18 November 2012

Trailer Film - Mama Cake



JOB : Film Layar Lebar
TITLE : Mama Cake
PRODUCTION : Falcon Pictures
LOCATION : Jakarta - Bandung - Subang - Purwakarta
I'AM POSITION : Set Dresser

Rabu, 05 September 2012

Don’t Forget Me Commander..!!


Elang terus terbang melintasi nusantara,
Lumba-lumba tetap menjelajah samudra.
Semoga kacang tak lupa kulitnya,
Nahkoda sadar akan keberadaan awaknya.

Hidup penuh dengan sebuah pilihan dan tanda Tanya. 
Secara tidak langsung membuat kita harus berfikir lebih jauh ke belakang dan ke depannya. 
Ragu-ragu lebih baik mundur, 
Dari pada teriris waktu dan kegilas janji sendiri.

Kepastian yang dicari, tapi plin-plan yang didapatkan. 
“Huuuuffttt….. Jangan kelamaan berfikir sooob….. 
Nasi dimasak terlalu lama bisa jadi bubur, 
Air dimasak terlalu lama menjadi menguap, 
Keringat keluar bercucuran dari tubuh hampir kering tertiup angin. 
Detik jarum jam terus berjalan, 
Hari yang sore ini akan berganti ke malam lalu ke pagi”.

Sudah lupa kah komandan soal dari 2 kejadian yang lampau….?? 
Pasukan berperang tak mengenal waktu, 
Tugas telah usai dijalankan namun hadiah tak kunjung datang. 
Masih teringat jelas di benak ini dan tak mungkin dilupakan, 
Dan semoga engkau tak melupakannya komandan…!!

Pesawat jet di landasan terbang terlihat besar namun ketika terbang di langit terlihat kecil, 
Paus terdampar di pantai terlihat besar namun ketika bermain di tengah-tengah samudra juga terlihat kecil, 
Di atas langit masih ada langit, 
Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga, 
Si gembel tak pernah takut lapar karena si gembel sering tak makan, 
Rakyat kecil selalu sabar, 
Petualang duduk termenung.


Elang hampir sampai di titik 0 km, 
Lumba-lumba hampir sampai di pulau terluar batas perairan sebuah Negara. 
Gue akan terus berjalan mengikuti arah Utara kompas, 
Dan mungkin akan kembali ke arah selatan di mana titik koordinat waktu itu berada,
Tapi belum tau kapan….


Ini sebuah pilihan mungkin juga sebuah tujuan yang pasti akan menjadi sebuah kenangan. 
Dan semoga kalian di sana baik-baik saja kawan seperjuangan.

“Terima Kasih Komandan atas semua yang pernah engkau berikan….”


12 Juni 2012,
 Di sebuah kedai kopi di Denpasar – Bali.

@jonkkers




Selasa, 04 September 2012

TVC - Gudang Garam



JOB : TV Commercial
TITLE : Gudang Garam - Kemerdekaan (Dirgahayu Indonesiaku 2012)
PRODUCTION : Square Box Cinetech
LOCATION : Bogor, Jakarta
I'AM POSITION : Asisten II Artistik, Set Dresser

Senin, 03 September 2012

TVC - Sariwangi Edisi Ramadhan 2012



JOB : TV Commercial
TITLE : Teh Sariwangi Versi 1
PRODUCTION : Frame Logic
LOCATION : Jakarta
I'AM POSITION : Penata Artistik





JOB : TV Commercial
TITLE : Teh Sariwangi Versi 2
PRODUCTION : Frame Logic
LOCATION : Jakarta
I'AM POSITION : Penata Artistik

Minggu, 02 September 2012

TVC - AQUANIKA



JOB : TV Commercial
TITLE : Aquanika
PRODUCTION : Film Headquarters
LOCATION : Ubud - Bali
I'AM POSITION : Prop Master, Manager Art

Senin, 11 Juni 2012

Trailer Film - Hattrick


JOB : Film Layar Lebar
TITLE : Hattrick
PRODUCTION : Multivision Plus
LOCATION : Jakarta
I'AM POSITION : Set Dresser

Senin, 14 Mei 2012

Ada Hikmah di Pacitan

Handphone gue berdering yang ternyata dari seorang kawan, mengajaknya bekerja sama dalam sebuah job. Beberapa bulan sebelumnya dia pernah menghubungi gue dalam job yang sama tapi gue menolaknya karena ada kerjaan lain yang lebih dulu gue iya-kan. Ketika temen gue mengabari kembali job-nya yang kemarin ke pending lalu dia menghubungi lagi dan langsung gue terima ajakannya, karena kebetulan gue sedang free.

Yeeaayy.... Kita akan shooting di luar Jakarta, yaitu di Pacitan – Batu, Malang – Surabaya – Bogor. Kabar yang sangat menggembirakan buat gue. Karena pasti dapet suasana baru dan yang jelas gak ada macet yang bikin stress tambah stress. Pacitan kota tujuan utama kita, karena shooting titik awal di Pacitan. Kebetulan cerita tentang film yang mau di buat ini menurut gue keren dan sangat nasionalis. Gue tambah semangat and I'm like this!!

Kita mendatangi titik lokasi yang akan dijadikan setting nanti. Preparation on Location dimulai, beberapa hari kemudian preparation sudah berjalan mencapai sekitar 90% hanya tinggal finishing saja. Kami mendapat bad news dari Jakarta yang ternyata shooting di tunda lagi dengan jangka waktu yang agak lama. Huuufftt.... Kami semua lemas mendengar kabar ini. "Setiap orang pasti punya mimpi dan mimpi itu ingin di realisasikan", dan untuk sekarang ini mimpi itu sepertinya tertunda lagi…. Untuk menghibur diri kami semua memutuskan untuk jalan-jalan wara-wiri di Pacitan.

 
Kota Pacitan yang di kelilingi perbukitan dan sawah

Mandi Angin


TPI Pacitan 

Ternyata kota kecil ini mempunyai beragam ke unikan, mulai keramahtamahan masyarakatnya, view dari atas bukit, sampai pantainya benar-benar memanjakan pikiran dan mata ini seperti tau mau berkedip untuk terus memandang keindahan-Nya. Perbukitan dengan jurang-jurang yang curam dan hutan-hutan yang masih hijau ada di daerah Nawangan, arah menuju monumen dan museum Panglima Besar Jendral Soedirman. Di sana juga terdapat jalur lintasan gerilya Jendral Soedirman. Dengan udara yang sejuk belum banyak terkontaminasi. Perjalanan menuju museum dan monumen Panglima Besar Jendral Soedirman memakan waktu + 2 jam dengan mengitari + 5 – 6 bukit, namun perjalanan panjang yang berliku terbayar lunas dengan view-nya.


Monumen Panglima Besar Jendral Soedirman

                                                                                       Sunset di daerah Nawangan


Selain perbukitan, ada juga pantai yang menajubkan. Maybe, that's right hidden paradise!! di salah satu sebuah kota kecil di Jawa Timur. Pantai Watu Karung, perjalanan ke pantai ini tidak terlalu jauh seperti ke Nawangan dapat di tempuh kendaraan + 40 menit atau 25 km. Pasir pantai yang putih dan air laut yang jernih, di sekeliling pantai di hiasi dengan perbukitan karang yang tak kalah menariknya. Ternyata pantai ini sering di datangi turis-turis asing mancanegara, karena pantai ini mempunyai ombak yang cukup besar, yaaahh….tentunya mereka ini berjemur, surfing, dan body board. Surfer kelas dunia pun pernah ke sini ujar kawan gue yang orang lokal sana, dan beberapa kali daerah ini masuk majalah surfing luar namun pantai ini belum terlalu ter-explore di Indonesia sendiri.







Pantai Watu Karung


Buat gue yang baru mencoba belajar surfing, gak berani dah main surfing di situ, salah-salah kegulung ombak lecet-lecet di badan. Gue cuma bermain di ombak-ombak kecil basiannya aja itu udah cukup menyenangkan. Dalam hati agak menyesal karena gue gak bawa peralatan snorkling. Catatan: di sarankan kalau masih belajar surfing jangan di pantai Watu Karung ombaknya sangat besar untuk pemula, dan di sana gak ada penyewaan papan surfing, body board, atau snorkeling. Jadi kalau mau bermain yaah lau bawa sendiri. Namun di sana terdapat home stay, kalau harganya gue kurang tau, tapi yang jelas gak mahal. Ketika sore tiba siap-siap menyaksikan sunset di sebelah kanan bila kita menghadap ke pantai. Waaaauuww….. amazing..!! gak kalah keren sunset-nya dengan pantai-pantai lain, benar-benar renovasi otak.


Sunset di Pantai Watu Karung

Selain pantai Watu Karung kita juga mengunjungi pantai Pancer yang letaknya tidak terlalu jauh dari kota Pacitan + 15 – 20 menit kita sampai ke sana. Di sini ombaknya tidak terlalu besar dan airnya juga tak sejernih di pantai Watu Karung, namun Pantai Pancer mempunyai pasir pantai yang landai. Di sini lah gue belajar surfing. Turis-turis mancanegara juga banyak yang berkunjung ke pantai ini, selain surfing mereka juga menunggu datangnya sunset.


 



Belajar Surfing di Pantai Pancer

Sunset di Pantai Pancer

Biaya hidup di Pacitan tidak mahal, dengan uang Rp 10.000,- gue bisa makan + minum kenyang. Banyak menawarkan beraneka kuliner mulai dari soto ayam khas Pacitan, pecel Khas Madiun, Sego Gebyos, dll. Hampir di setiap tempat kuliner menyajikan es degan (es kelapa muda) karena di Pacitan banyak terdapat pohon kelapa. Penginapan di sini tidak terlalu mahal berkisar Rp 150.000,- sampai Rp 250.000,- permalam.



Terlintas di benak ini, kalau saja membawa motor trail gue mungkin gue akan bertahan pulang agak lama, karena di sana banyak menawarkan jalur-jalur single track untuk di sradak-sruduk motor trail yang bisa di tempuh. Suatu saat gue akan singgah dan mengunjungi tempat-tempat lain yang belum sempat gue kunjungi kemarin di Pacitan.

View di belakang rumah kawan, Pacitan.

Mungkin ini lah hikmah dari sebuah job yang ke pending, kalau job ini berjalan mungkin gue gak mengunjungi tempat-tempat ini. Gue tetap positif thinking bahwa kalau emang udah rezekinya gak bakalan nyasar ke rumah tetangga. Oks…!!



7 Mei 2012, di teras belakang rumah seorang kawan di Pacitan.

 - Jonkkers -

Rabu, 04 April 2012

HI5TERIA MOVIE - Poster, Trailer & the Making of





JOB : Film Pendek HI5TERIA
TITLE : Pasar Setan
PRODUCTION : Kharisma Starvision Plus
LOCATION : Gn. Lawu - Solo Jaw Tengah
I'AM POSITION : Penata Artistik




Rabu, 18 Januari 2012

UNTUK SEBUAH NAMA

Untuk sebuah nama yang kemarin baru saja merayakan hari lahirnya. Gue ucapkan “selamat hari lahir, selamat long week end, dan selamat menikmati”. Lupakan lah sejenak perihnya akan cerita-cerita kemarin yang menyita waktu, pikiran, tenaga, dan rasa kesalmu. Rayakanlah hari mu ini dengan suka cita bersama orang-orang terkasih di sekeliling mu.

Untuk sebuah nama masih teringat di benak ini tentang warna-warni hidup suka duka yang kamu ceritakan dan kisah yang di lalui tiap jengkalnya.

Untuk sebuah nama gue yakin kamu kuat menghadapi badai di lautan ini dengan tegar dan tetap balance di atas perahu kayu kecil itu. Dan gue yakin kamu gak akan lari ke suatu tempat untuk mengumpat, karena gue yakin kamu kuat.

Untuk sebuah nama yang telah merealisasikan mimpi yang awalnya tak mungkin menjadi kenyataan.

Untuk sebuah nama yang membuat gue jatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya.

Untuk sebuah nama yang telah membuat gue termotivasi untuk terus berjuang hingga di ujung pintu finish sebuah institusi yang sebelumnya melewati jalur terjal dan curam.

Untuk sebuah nama yang memaksa diri ini cabut dari Jakarta saat itu dengan bermodalkan sedikit kenekatan.

Untuk sebuah nama gue yakin setelah badai ini berlalu, kamu akan menyaksikan indahnya pelangi senja di suatu tempat yang indah nan eksotik dengan belaian kabut tipis yang sejuk di atas puncakan bukit atau merasakan hembusan angin sepoi-sepoi, buih-buih putih pasir pantai dan ombak-ombak kecil yang nakal dengan malam purnama yang merefleksikan cahayanya ke tengah lautan.

Untuk sebuah nama yang hampir membuat gue jadi gila....

Untuk sebuah nama, gue bingung mau mengatakan apalagi tentang perjalanan hidup ini.


JONKKERS

Pinggir Sungai Cisadane, Bogor. Di penghujung tahun Desember 2011.

"Untuk Sebuah Nama".